Cerita
Pendamping PKH KEMENSOS RI
Pkh
(Program Keluarga Harapan) adalah sebuah program pemerintah melalui kementrian
social yang memberikan bantuan bersyarat kepada keluarga kurang mampu/miskin.
Pendamping PKH mempunyai tugas memfalisitasi dan mendampingi keluarga penerima
manfaat (KPM). Sebelum saya direkrut menjadi pendamping PKH saya belum tahu
tugas yang akan kami emban ini. Yang ada dibenak saya adalah memberikan
penyuluhan seputar motivasi merubah pola fikir.
Seiring waktu berjalan akhirnya saya
mulai tahu bahwa pekerjaan pendamping sangat mulia. Dimana kami juga akan
menjadi bagian dari keluarga mereka yang memperhatikan keluarga mereka mulai
dari lansia sampai keanak-anak mereka yang bersekolah. Tentu hal ini membuat
warga penerima bantuan merasa dekat dengan kami pendamping PKH.
Perjalanan
saya masih baru menjadi pendamping di kota Medan, namun banyak pengalaman saya
telah dapatkan tentang hidup ini. Salah satu nya jadi semakin tau rasa
bersyukur atas apa pun hidup saya saat ini bila dibandingkan dengan mereka yang
kurang beruntung karena faktor ekonomi tidak bisa menimbang pendidikan sampai
jenjang sarjana. Salah satu hal yang membuat saya bersyukur adalah dapat hidup
ditempat yang layak untuk dihuni. Ketika saya mengunjungi daerah dampingan saya
yang kebanyakan tinggal nya adalah di pinggiran sungai, terlihat suasana kotor,
sumpek dan juga rawan penyakit, yang paling parah terancam banjir disaat musim
penghujan.
Saya
tidak tau apakah ini sebuah ketepatan atau memang sudah biasa diwilayah itu,
yang jelas ketika saya mengunjungi rumah meraka tujuan melengkapi data
pekerjaan saya namun saya di hadang dengan kondisi banjir yang melanda wilayah
mereka. Saya tidak habis fikir entah bagaimana mereka akan tidur bahkan
barang-barang mereka pun tergenang air. Keadaan ini sempat juga menghambat pekerjaan
saya menjemput kelengkapan data mereka. Namun ada hal yang membuat saya tertawa
dimana disaat warga disana sedang merenung memikirkan nasib mereka disisi lain
anak-anak mereka terlihat senang dengan berenang-rengang dignangan air itu
tanpa menyadari banyak bahaya disekitar mereka, misalkan terkena paku atau
kaca. Anak-anak itu tidak sadar atas yang mereka alami saat itu yang saya
ketahui mereka adalah sebagian dari genersi penerus bangsa. Nah, generasi ini
lah yang saya pahami untuk perlu diselamatkan agar dikemudian hari mereka bisa
lebih baik dari orang tua mereka saat ini. Inilah yang menjadi tugas saya
sebagai pendamping yaitu menyampaikan bantuan dari pemerintah, memotivasi dan
mengawasi perjalanan pendidikan mereka. Tentu ini bukanlah pekerjaan yang
mudah, namun saya akan menjalani pekerjaan ini dengan hati yang tulus, senang
agar terasa ringan dengan itu kelak saya telah melakukan pekerjaan yang
bermanfaat bagi bangsa ini dimulai dari hal kecil namun memberi manfaat yang
besar dikemudian hari bagi bangsa ini. Dengan tulisan pengalaman dan tulisan
ini saya mengajak teman-teman pembaca agar mensyukuri apa yang kita dapatkan
saat ini.

Mantap
BalasHapus😎
BalasHapus😐
BalasHapus